ISEKABAR.ID, Sangatta - Upaya pencegahan kebakaran yang dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kutai Timur menunjukkan hasil signifikan. Hingga akhir tahun ini, tercatat lebih dari 1.574 warga telah menerima edukasi keselamatan melalui berbagai program sosialisasi yang digelar di sekolah, desa, hingga lingkungan masyarakat.
Penyuluh staf bidang pencegahan Disdamkarmat Kutim, Rusdi, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan gabungan dari peserta sosialisasi di sekolah-sekolah, masyarakat desa, hingga orang tua yang hadir mendampingi anak-anak.
BACA JUGA
Wabup PPU Pimpin Apel Hari Desa Nasional 2026, Dorong Penguatan Peran Desa Menuju Indonesia Emas“Totalnya lebih dari 1.574 orang telah teredukasi. Ini angka besar dan menunjukkan betapa pentingnya edukasi keselamatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Rusdi menambahkan bahwa antusiasme warga menjadi dorongan kuat bagi dinas untuk terus memperluas jangkauan kegiatan.
BACA JUGA
Syafruddin Tekankan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan dalam Sosialisasi di Kota Balikpapan
Iklan
“Setiap kali kami turun, masyarakat selalu menerima dengan baik. Mereka sadar bahwa keselamatan bukan hal sepele,” katanya.
Sosialisasi tersebut tidak hanya menekankan teori, tetapi juga praktik langsung, mulai dari teknik pemadaman tradisional, penanganan kebocoran gas, hingga tata cara evakuasi yang aman.
“Kami ingin masyarakat tahu langkah awal apa yang harus dilakukan saat kebakaran. Penanganan dini itu sangat menentukan,” tegas Rusdi.
Iklan
Menurutnya, edukasi yang diberikan juga menyasar anak-anak sekolah karena mereka dianggap sebagai agen penyampai informasi yang efektif di rumah. Banyak orang tua turut hadir dan ikut belajar bersama.
Disdamkarmat Kutim menargetkan agar angka peserta edukasi terus meningkat seiring rencana sosialisasi lanjutan ke desa-desa lainnya.
“Semakin banyak warga yang paham, semakin kecil risiko kebakaran di lingkungan kita,” tutup Rusdi.
Call Center Pemadam Kebakaran & Penyelamatan Kutim :
Call Center : 0549-23113
WhatsApp : 08115868113
(Adv/Kominfo/Kutim)